
Lumajang, 04 Juni 2026 – Sebanyak 10 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Berdampak Institut Agama Islam (IAI) Miftahul Ulum Lumajang mengikuti pelatihan dan pembekalan intensif selama lima hari, mulai 1 hingga 5 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan sebelum para mahasiswa diberangkatkan untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Malaysia selama tiga bulan, yakni pada Juli hingga September 2026.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAI Miftahul Ulum Lumajang ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis, akademik, dan sosial agar mampu menjalankan program pengabdian secara profesional sekaligus menjadi duta kampus dan pesantren di tingkat internasional.
Kegiatan diawali pada 1 Juni 2026 dengan acara pembukaan dan pengarahan yang disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. H. Zainuddin, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa KKN Internasional merupakan program yang istimewa dan berbeda dibandingkan program KKN lainnya.
“KKN Internasional ini adalah program yang spesial. Sejak awal peserta harus melalui tahapan tes dan seleksi yang ketat. Karena itu, mahasiswa yang terpilih harus mampu menjaga amanah, menjaga nama baik almamater IAI Miftahul Ulum Lumajang, serta membawa dan menjaga nama baik Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang di tingkat internasional,” tegasnya.

Beliau juga menyampaikan harapannya agar seluruh peserta mampu menunjukkan kompetensi, etika, dan karakter santri yang menjadi ciri khas kampus dan pesantren selama melaksanakan pengabdian di Malaysia.
Sebanyak 10 mahasiswa peserta KKN Internasional Berdampak tahun 2026 nantinya akan ditempatkan di tiga lembaga mitra yang berada di Malaysia. Selama tiga bulan masa pengabdian, mereka akan terlibat dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan pengembangan kelembagaan sesuai kebutuhan mitra.
Usai sesi pembukaan, kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan materi Penyusunan Program Kerja KKN yang disampaikan oleh Moch. Afifuddin, M.E., selaku Sekretaris LPPM. Dalam sesi ini, peserta dibimbing untuk menyusun program kerja yang terukur, realistis, dan berdampak bagi masyarakat sasaran. Para mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai strategi pemetaan kebutuhan masyarakat serta teknik merancang program yang berkelanjutan.

Memasuki hari kedua dan ketiga, pelatihan diisi oleh Ketua LPPM, M. Nur Khotibul Umam, M.H., dengan materi mengenai Penyusunan Laporan KKN, Teknik Penulisan Artikel Ilmiah, dan Penyusunan Luaran Kegiatan. Materi tersebut tidak hanya diberikan secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah penyusunan laporan dan artikel secara sistematis.

Para peserta dilatih untuk mendokumentasikan kegiatan pengabdian secara akademik, mengolah data hasil kegiatan, hingga menyusun artikel yang layak dipublikasikan sebagai bentuk luaran program KKN Internasional. Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap kegiatan yang dilaksanakan selama pengabdian dapat terdokumentasi dengan baik dan menghasilkan kontribusi ilmiah yang bermanfaat.
Pada hari keempat, kegiatan difokuskan pada sesi review dan pendalaman materi. Para peserta mempresentasikan rancangan program kerja serta hasil latihan penyusunan laporan dan artikel yang kemudian mendapatkan masukan langsung dari narasumber. Sesi ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan pemahaman sebelum mahasiswa terjun ke lapangan.
Sementara itu, hari kelima dimanfaatkan untuk finalisasi dokumen, evaluasi hasil pelatihan, serta penguatan kesiapan peserta menghadapi program pengabdian internasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Melalui pelatihan intensif ini, IAI Miftahul Ulum Lumajang berharap seluruh peserta KKN Internasional Berdampak 2026 memiliki kesiapan yang matang, baik dari aspek akademik, administrasi, maupun kemampuan sosial kemasyarakatan. Program ini juga menjadi salah satu wujud komitmen kampus dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat lintas negara.
Dengan bekal yang telah diperoleh selama lima hari pelatihan, para mahasiswa diharapkan mampu menjalankan amanah pengabdian secara optimal, membawa manfaat bagi masyarakat Malaysia, serta menjadi representasi terbaik bagi IAI Miftahul Ulum Lumajang dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul di kancah internasional.
